Tentangmu
Dulu, aku dan kau berada di sebuah kota yang sama, di satu gedung sekolah yang sama meski di kelas yang berbeda dan tingkatan yang berbeda. Bahkan kau dulu sering menyempatkan diri tersenyum kepadaku. Bagiku itu adalah hal yang membuatku bahagia, sayangnya, saat ini kita terpisah oleh jarak, tidak lagi di stu kota yang sama dan tidak lagi di satu gedung sekolah yang sama.
Aku tahu, aku merindukanmu. Tapi, bagaimana denganmu? Bahkan aku tak tahu kau sedang apa di sana, aku tak tahu kau sedang dekat dengan gadis yang mana. Sedikitpun, tak pernah terpikirkan jika kau bersama yang lain, walaupun teman-temanmu berkata ini dan itu, aku tetap saja menyukaimu. Sungguh, ada perasaan ingin membiarkanmu, melepasmu, tapi rasa egois lebih mengusai hatiku dan sungguh aku tak rela. Tak peduli, berkali-kali kau mengabaikanku, dan hanya membalas singkat semua pesanku, aku masih berharap padamu.
Bahkan, saat jauh, bahagia itu sangat mudah menghampiriku yaitu hanya dengan menceritakan tentangmu, tentang awal pertemuanku denganmu, tentang eskrim itu, tentang lagu yang kau nyanyikan atau sebaliknya dan cerita-cerita sepele lainnya. Tapi, kau harus tahu, kalau aku benar-benar senang menceritakan tentangmu. Hei, jika kau tidak percaya, kau boleh bertanya pada teman-temanku disini, atau bahkan adek kelasku. Mereka tahu tentangmu, walau tak pernah melihatmu secara nyata.
Aku memang menyukai sikap dingin dan cuekmu, tapi saat ini kau lebih dari dingin dan cuek. Lebih seperti, tidak peduli. Mungkin kau bosan atau sedang dekat dengan yang lain atau ntahlah.. Aku tak mau memikirkan hal menyeramkan seperti itu, biarlah aku tak tahu.
Jarak, akan mengajarkan, rasa suka itu bertambah atau kandas. Dan yang ku rasa adalah aku semakin menyukaimu. How about you?
Aku tahu, aku merindukanmu. Tapi, bagaimana denganmu? Bahkan aku tak tahu kau sedang apa di sana, aku tak tahu kau sedang dekat dengan gadis yang mana. Sedikitpun, tak pernah terpikirkan jika kau bersama yang lain, walaupun teman-temanmu berkata ini dan itu, aku tetap saja menyukaimu. Sungguh, ada perasaan ingin membiarkanmu, melepasmu, tapi rasa egois lebih mengusai hatiku dan sungguh aku tak rela. Tak peduli, berkali-kali kau mengabaikanku, dan hanya membalas singkat semua pesanku, aku masih berharap padamu.
Bahkan, saat jauh, bahagia itu sangat mudah menghampiriku yaitu hanya dengan menceritakan tentangmu, tentang awal pertemuanku denganmu, tentang eskrim itu, tentang lagu yang kau nyanyikan atau sebaliknya dan cerita-cerita sepele lainnya. Tapi, kau harus tahu, kalau aku benar-benar senang menceritakan tentangmu. Hei, jika kau tidak percaya, kau boleh bertanya pada teman-temanku disini, atau bahkan adek kelasku. Mereka tahu tentangmu, walau tak pernah melihatmu secara nyata.
Aku memang menyukai sikap dingin dan cuekmu, tapi saat ini kau lebih dari dingin dan cuek. Lebih seperti, tidak peduli. Mungkin kau bosan atau sedang dekat dengan yang lain atau ntahlah.. Aku tak mau memikirkan hal menyeramkan seperti itu, biarlah aku tak tahu.
Jarak, akan mengajarkan, rasa suka itu bertambah atau kandas. Dan yang ku rasa adalah aku semakin menyukaimu. How about you?

Komentar
Posting Komentar