Boardmarker

   Selasa pagi yang dingin. Hari ini, seperti biasa, aku dan temanku datang sangat awal ke kelas dan menjadi orang pertama di kelas. Dan tentu saja karena hari ini aku piket.
   Pintu kelas ku buka sangat lebar agar udara segar bisa merambat masuk ke dalam. Ku cari senjata untuk berperang dengan debu-debu dan akhirnya ketemu. jrengjreng!!! Sapu!
   Temanku,Contan, sedang asyik melihat lihat suasana sekolah yang mulai ramai. Akupun masih asyik mengusir debu-debu penghuni kelas. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kelas yang terbuka lebar.
   "Assalamualaikum kaa.." ucapnya. Awalnya aku takut untuk menengok, karena terdengar suara cowok. Walaupun akhirnya aku menengok juga.
   Hufftt... anak kelas atu ternyata. Aku menghembuskan nafas lega. "Eh! Iyaa,, kenapa de?" tanyaku seraya mendekatinya.
   Dia menyodorka spidol milik kelasku. "Ini ka, makasih buat spidolnya.." Ucapnya. "Ngomong-ngomong spidol kelasku mana ya kaa?" tanya teman nya kemudian. Aku baru ingat kalau kemarin wali kelasnya meminjam spidol kelasku karena spidol mereka habis.
   Dengan singkat padat dan jelas, aku menjelaskan bahwa aku tidak tahu dan kalau tidak sudah di berikan kepada wali kelas mereka. Dia dan temannya pergi menemui wali kelasnya. Tapi, ruang guru masih sepi dan aku hanya bisa bilang terimakasih.
   Eng! Ing! Eng! Spidolmereka masih berada di tangan sang ketua kelas ku. Petong. Mumpung sedang jam kosong, aku mengajak Petong untuk mengembalikan spidol ke kelas mereka. Petong mau, bahkan beramai ramai. Walaupun 90% ada maksud tersembunyi.
   Alhasil, aku malah dengan salah satu ade kelas ku. Dia selalu tersenyum kalau bertemu denganku. Sikapnya lucu, teman-temannya sering menjaili nya jika sedang mengobrol denganku. dia juga baik. Yaa dia adalah ma best brotha..
   Gara-gara boardmarker..

Komentar

Postingan Populer